Profesor Sun Wenguang Belum Diketahui Keberadaannya
(Gloopic) Profesor Sun Wenguang yang sedang diwawancara oleh sebuah lembaga penyiaran Amerika, diambil paksa dan sampai saat berita ini diturunkan belum diketahui keberadaannya.
Voice of America menyatakan Profesor Sun Wenguang yang sudah pensiun dari Universitas Shandong tengah berbicara melalui sambungan telepon hari Rabu (01/08/2018) dalam program debat saat para petugas keamanan menyerbu masuk ke dalam rumahnya, dilansir dari laman NHK.
Dalam rekaman yang diumumkan di situs web VOA, Sun terdengar tengah berkata ada tujuh hingga delapan petugas di rumahnya. Ia menyatakan hak atas kebebasan berbicara, tetapi kemudian sambungan tersebut terputus.
Sun mengeritik pemerintahan Presiden Cina Xi Jinping bulan lalu atas belanja yang sangat besar dalam bentuk bantuan dan investasi ke luar negeri. Kritikannya ini bersamaan dengan perjalanan Xi ke Timur Tengah dan Afrika. Sun dilaporkan mengungkapkan pandangan yang serupa saat wawancara hari Rabu tersebut.
VOA menyatakan sejak kejadian itu pihaknya tidak bisa menghubungi Sun, dan sumber-sumber menyatakan Sun sedang dalam tahanan rumah di provinsi Shandong.
(Profesor Sun Wenguang Belum Diketahui Keberadaannya/www3.nhk.or.jp/Gloopic.net/Jala).
Sun mengeritik pemerintahan Presiden Cina Xi Jinping bulan lalu atas belanja yang sangat besar dalam bentuk bantuan dan investasi ke luar negeri. Kritikannya ini bersamaan dengan perjalanan Xi ke Timur Tengah dan Afrika. Sun dilaporkan mengungkapkan pandangan yang serupa saat wawancara hari Rabu tersebut.
VOA menyatakan sejak kejadian itu pihaknya tidak bisa menghubungi Sun, dan sumber-sumber menyatakan Sun sedang dalam tahanan rumah di provinsi Shandong.
Berita Terkait
- Arab Saudi Usir Dubes Kanada
- Kendaraan Duta Besar AS Diserang di Dhaka, Bangladesh
- Profesor Sun Wenguang Belum Diketahui Keberadaannya
- Ujuk Rasa Mahasiswa Di Bangladesh, Bentrok Dengan Polisi
- Presiden Venezuela Maduro 'Selamat dari Serangan Dron'
- Hubungan Turki-Amerika Serikat Memburuk, Ankara Berjanji Akan Redakan Krisis
- Dua Korea Sepakat Redakan Ketegangan Militer
- Sekjen PBB akan Hadir pada Peringatan Bom Atom Nagasaki
- Ekonomi memburuk, Parlemen Iran Akan Panggil Presiden Rouhani
- Jepang akan Kurangi Stok Plutonium
Komentar
Posting Komentar